Jumat, 13 Juni 2014

MAKALAH APLIKASI KOMPUTER





PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP AKUNTANSI


DI SUSUN OLEH :
ENDANG SETYAWATI C1C013065

DOSEN PENGAMPU                : FACHRI FAISAL, S.Si, M.Si

PRODI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BENKULU
TAHUN AJARAN 2013/2014



KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah tugas Aplikasi Komputer tentang “Pengaruh Teknologi  Informasi Terhadap Akuntansi”. Semoga tugas makalah ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan acuan dan bahan pembelajaran bagi para pembaca.
Makalah ini saya buat untuk mengetahui tentang “Pengaruh Teknologi Informasi Terhadap Akuntansi” dan juga guna memenuhi tugas Aplikasi Komputer. Pada kesempatan ini juga saya mengucapkan terimaksih kepada Dosen Pengampu yang telah membimbing saya dalam membuat makalah ini. Dan tak lupa juga saya ucapkan terimaksih untuk teman-teman yang telah membantu saya dalam pembuatan makalah ini.
Saya menyadari, bahwa dalam pelaksanaan penulisan makalah ini masih banyak kekurangan atau kelemahan karena pengalaman yang saya miliki dalam melakukan penulisan makalah masih sangat kkurang. Oleh karena itu saya berharap kepada para pembaca untuk memberikan kritik dan saran untuk penyempernaan penulisan di kemudian hari. Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat memberikan informasi kepada para pembaca. Aamiin.

Bengkulu, 23 April 2014
Penulis
                
Endang Setyawati


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................        i
DAFTAR ISI..............................................................................................................        ii
BAB I. PENDAHULUAN
I.1      Latar Belakang Masalah.................................................................................        1
I.2      Rumusan Masalah..........................................................................................        1
I.3      Tujuan Penulisan............................................................................................        2
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
II.1     Teknologi Informasi.......................................................................................        3
II.2     Akuntansi.......................................................................................................        4
II.3     Laporan Keuangan Akuntansi........................................................................        4
BAB III. METODE PENELITIAN
III.1      Pendekatan penelitian..................................................................................        5
III.2      Teknik Penelitian..........................................................................................        6
BAB IV. PEMBAHASAN
IV.1   Teknologi Informasi dan Perkembangan  akuntansi.....................................        7
IV.2   Pengaruh Teknologi Informasi Dalam Akuntansi Manajemen......................        8
IV.3   Pengaruh Teknologi Informasi Dalam Akuntansi Keuangan........................        10
IV.4   Pengaruh Teknologi Informasi Dalam Pendidikan Akuntansi......................        11
IV.5   Peluang Bagi Akuntan..................................................................................        11
IV.6   Berbagai Masalah Yang Timbul Akibat perkembangan Teknologi Dan Cara Mengatasinya          ........................................................................................................................ 13
BAB V. PENUTUP
V.1     Kesimpulan.....................................................................................................        15
V.2     Saran...............................................................................................................        15
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................        16



BAB I
PENDAHULUAN


I.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Pada saat sekarang ini seabagian masyarakat merasakan manfaat dari kemajuan teknologi informasi, dan menjadikan teknologi sebagai salah satu kebutuhan pokok di samping kebutuhan sandang pangan. Seiring dengan hal itu,teknologi informasi telah berubah bentuk menjadi suatu komoditi yang dapat diperdagangkan. Hal ini membawa dampak terhadap kehidupan masyarakat.
Sejak diketemukannya komputer pada tahun 1955, peradaban dunia telah memasuki era teknologi informasi. Teknologi informasi dengan komputer sebagai motor penggeraknya telah mengubah segalanya. Pemrosesan informasi berbasis komputer mulai dikenal orang dan hingga saat ini sudah banyak software yang dapat digunakan orang sebagai alat pengolah data untuk menghasilkan informasi.
Dibidang akuntansi, sistem pemrosesan informasi akuntansi berbasis komputer banyak ditawarkan dengan tujuan untuk memberikan kemudahan bagi para akuntan untuk menghasilkan informasi yang dapat dipercaya, relevan, tepat waktu, lengkap, dapat dipahami, dan teruji.
Perubahan lingkungan ini juga menuntut akuntansi sebagai suatu sistem informasi untuk menyediakan informasi yang dapat dipercaya, relevan, tepat waktu, lengkap, dapat dipahami, dan teruji kebenarannya.


I.2 RUMUSAN MASALAH

I.2.1           Apakah Hubungan Teknologi Informasi dan Perkembangan Akuntasi?
I.2.2            Bagaimana Pengaruh Teknologi Informasi Dalam Akuntansi Manajen?
I.2.3            Apakah Pengaruh Teknologi Informasi dalam Akuntansi Keuangan?
I.2.4            Apakah Pengaruh Teknologi Informasi Dalam Pendidikan Akuntansi?
I.2.5            Bagaimanakah peluang bagi akuntan akibat adanya kemajuan teknologi?
I.2.6            Apakah masalah yang timbul akibat perkembangan Teknologi Informasi dan bagaimana cara mengatasinya?




I.3 TUJUAN PENULISAN

Makalah ini disusun dengan tujuan:
I.3.1              Untuk mengetahui hubungan Teknologi Informasi dengan Perkembangan Akuntansi
I.3.2              Untuk mengetahui apa pengaruh Teknologi Informasi dalam Akuntansi Manajemen
I.3.3              Untuk mengetahui pengaruh Teknologi Informasi dalam Akuntansi Keuangan
I.3.4              Untuk mengetahui pengaruh Teknologi Informasi dalam Pendidikan Akuntansi
I.3.5              Untuk melihat bagaimana peluang seorang akuntan setelah adanya kemajuan Teknologi
I.3.6              Untuk mempelajari masalah yang timbul akibat adanya kemajuan Teknologi dan bagaimana cara mengatasinya.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1          Teknologi Informasi

Teknologi informasi dapat didefinisikan sebagai perpaduan antara teknologi komputer dan telekomunikasi dengan teknologi lainnya seperti perangkat keras, perangkat lunak, database, teknologi jaringan, dan peralatan telekomunikasi lainnya. Selanjutnya, teknologi informasi dipakai dalam sistem informasi organisasi untuk menyediakan informasi bagi para pemakai dalam rangka pengambilan keputusan.
Teknologi Informasi (TI) meliputi segala alat maupun metode yang terintegrasi untuk digunakan dalam menjaring atau menangkap data (capture), menyimpan (saving), mengolah (process), mengirim (distribute), atau menyajikan kebutuhan informasi secara elektronik kedalam berbagai format, yang bermanfaat bagi user (pemakai informasi) Teknologi ini dapat berupa kombinasi perangkat keras dan lunak dari komputer, non komputer (manual) maupun prosedur, operator, dan para manajer dalam suatu sistem yang terpadu satu sama lain. (M Taufiq)
Perkembangan TI telah mengakibatkan perubahan dalam struktur industri serta praktik pengelolaan organisasi bisnis didalam berkompetisi dan melaksanakan kegiatan untuk melayani pelanggan, sehingga dengan laju perkembangan TI yang semakin pesat telah mengubah bisnis dan konsep manajemen yang ada, juga berdampak terhadap kebutuhan informasi bagi manajer dalam akuntansi internal maupun eksternal guna mendukung dalam pemecahan masalah untuk pengambilan keputusan, meraih peluang dan mencapai tujuan
Informasi merupakan salah satu jenis utama sumber daya perusahaan yang tersedia bagi manajer. Informasi dapat dikelola seperti halnya sumber daya yang lain dan merupakan sumber daya konseptual yang digunakan untuk mengelola sumber daya fisik. Sistem konseptual terdiri dari suatu pengolah informasi yang mengubah data menjadi informasi dan menggambarkan sumber daya fisik. Sedangkan perusahaan adalah suatu system yang bersifat fisik , namun dikelola dengan menggunakan suatu system konseptual. Output informasi dari computer, digunakan oleh para manajer, nonmanajer serta staff atau orang – orang dan organisasi dalam lingkungan perusahaan.
II.2         Akuntansi

Akuntansi adalah seperangkat pengetahuan yang mempelajari perekayasaan penyediaan jasa berupa informasi keuangan kuantitatif unit-unit organisasi dalam suatu lingkungan negara tertentu dan cara penyampaian (pelaporan) informasi tersebut kepada pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan ekonomik
Istilah Sistem Informasi Akuntansi meliputi pemanfaatan teknologi informasi untuk menyediakan informasi bagi para pemakai. Teknologi Informasi mencakup computer, tetapi juga mencakup teknologi lain yang digunakan untuk memproses informasi.
Sebagaimana diketahui bahwa bidang akuntansi dibagi atas tiga sub-bidang yaitu akuntansi manajemen, akuntansi keuangan, dan auditing maka akibat perkembangan TI akan berpengaruh terhadap bisnis dan praktik manajemennya yang meliputi akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen demikian juga terhadap proses auditing, sehingga Auditor yang berkembang di era informasi ini adalah yang mampu memberikan jasa tebaik bagi klien dengan memanfaatkan TI


II.3         Laporan Keuangan Akuntansi

Terdapat dua tujuan pelaporan keuangan menurut Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No. 1. Pertama, memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor, investor potensial, kreditor dan pemakai lainnya untuk membuat keputusan investasi, kredit, dan keputusan serupa lainnya. Kedua, memberikan informasi tentang prospek arus kas untuk membantu investor dan kreditur dalam menilai prospek arus kas bersih perusahaan (FASB, 1978).
Menurut standar akuntansi keuangan di Indonesia (IAI, 2002) tujuan laporan keuangan yaitu untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.


BAB III
METODE PENELITIAN

III.1         Pendekatan Penelitian

Makalah ini saya susun dengan berbagai cara:
III.1.1      Dalam menyusun materi teknologi informasi dan perkembangan akuntansi saya menggunakan dari berbagai artikel yang saya baca, untuk menambah wawasan dan materi. Saya juga mengolah data tersebut dengan mengubah kata-kata yang kurang jelas agar dapat dimengerti oleh para pembaca.
III.1.2      Materi Pengaruh Teknologi Informasi Dalam Akuntansi Manajemen saya peroleh dengan sumber data sekunder dari berbagai artikel dengan menggunakan data ekstern.
III.1.3      Materi Pengaruh Teknologi Informasi Dalam Akuntansi Keuangan saya menggunakan data sekunder berupa data ekstern dan dengan memilih materi-materi yang sesuai dengan makalah yang akan saya tulis.
III.1.4      Pengaruh Teknologi Informasi Dalam Pendidikan Akuntansi adalah salah satu meteri yang juga saya peroleh dengan membaca berbagai artikel yang sesuai dengan makalah yang saya tulis dan dengan memilh kata-kata yang jelas sehingga materi yang akan disampaikan dalam makalah ini dapat dengan mudah dimengerti oleh para pembaca.
III.1.5      Materi Peluang Bagi Akuntan juga saya peroleh dengan metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berbentuk data ekstern dan menyesuaikan data yang diperoleh dengan bagaimana peluang seorang akuntan dengan adanya keajuan teknologi dalam kehidupan nyata.
III.1.6      Dalam hal ini membahas tentang masalah yang timbul dan cara mengatasinya akibat adanya kemajuan teknologi dalam akuntansi, dengan membaca dari berbagai artikel yang saya peroleh dengan mencari dari search engine, setleah membaca dari beberapa artikel tersubut akhirnya saya dapat menuliskan materi ini dalam makalah saya.



III.2    Teknik Penelitian

Berdasarkan data yang saya perlukan dalam menulis makalah ini, maka saya menggunakan teknik pengumpulan data sekunder berbentuk data ekstern yang saya peroleh dengan membaca dan mepelajari artikel-artikel yang sesuai dengan materi makalah yang akan saya tulis, saya menggunakan teknik ini karena saya menggap teknik ini lebih mudah daripada menggunakn teknik pengumpulan data primer, karena dengan menggunakan teknik ini saya dapat sedikit menghemat waktu karena tidak perlu terjun langsung ke lapangan untuk melakukan penelitian. Tetapi hanya dengan membaca berbagai artikel yang sesuai akhirnya saya dapat menyelesaikan penulisan makalah ini.



BAB IV
PEMBAHASAN
                                                                                           
PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP AKUNTANSI

IV.1    Teknologi Informasi dan Perkembangan Akuntasi
Dalam Artikelnya Nanik Noviari menjelaskan bahwa Perkembangan teknologi informasi yang pesat mengakibatkan perubahan yang sangat signifikan terhadap akuntansi. Perkembangan akuntansi berdasar kemajuan teknologi terjadi dalam tiga babak, yaitu era bercocok tanam, era industri, dan era informasi. Hal ini dinyatakan oleh Alvin Toffler dalam bukunya yang berjudul The Third Wave (Robert, 1992 ).
Pada masa bercocok tanam paradigma terhadap penciptaan kemakmuran dilakukan dengan mengeksploitasi alam. Orang belum mengenal teknik untuk mengubah bahan baku menjadi produk. Teknologi pada masa itu masih bersifat fisik sehingga teknologi informasi masih tertulis dan dikembangkan untuk membuat catatan akuntansi. Pada masa itu teknologi akuntansi masih sangat sederhana. Karena lingkungan masih sangat statis dan dapat diprediksi dengan mudah, maka sistem single entry book keeping sudah dianggap cukup.
Tahun 1650 sampai dengan 1955 dinyatakan oleh Alvin Toffler sebagai era industri. Era ini dimulai dengan terjadinya revolusi industri, yaitu sejak ditemukannya mesin-mesin industri. Tenaga kerja manusia di dalam pabrik mulai diganti dengan mesin. Kantong-kantong industri mulai bermunculan dan pertukaran dengan uang semakin berkembang. Pada masa ini teknologi akuntansi dengan single entry book keeping sudah tidak memadai dalam penyediaan informasi akuntansi. Orang mulai memerlukan informasi mengenai berapa pendapatan yang diperolehnya selama suatu periode tertentu dan berapa perubahan kekayaan yang dimiliki.
Era informasi dimulai dengan ditemukannya komputer pada tahun 1955. Pada era ini teknologi informasi sudah menggunakan komputer dan pemrosesan informasi menjadi lebih cepat, pemrosesan dan penyimpanan informasi menjadi lebih murah, dan tidak banyak memakan tempat dan waktu.
Model akuntasi berbasis biaya historis tidak cukup untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pada era teknologi informasi (Elliot dan Jacobson, Gani, 1999). Model akuntansi pada era teknologi informasi menghendakibahwa model akuntansi dapat mengukur tingkat perubahan sumber daya, mengukur tingkat perubahan proses, mengukur aktiva tetap tak berwujud, memfokuskan ke luar pada nilai pelanggan, mengukur proses pada realtime, dan memungkinkan network.



fungsi system informasi bertanggunggung jawab untuk pengolahan data. Pengolahan data merupakan aplikasi system informasi akuntansi yang paling mendasar dalam tiap organisasi atau perusahaan dan telah mengalami evolusi dari struktur organisasi sederhana yang meliputi beberapa orang saja sampai struktur yang kompleks meliputi banyak specialist yang bermutu. (Ira Setiawati : 5)
Dalam terminology system informasi, terdapat pemakai akhir komputasi (End User Computing / EUC) yang melakukan aktivitas pemrosesan informasi sendiri dengan perangkat keras, perangkat lunak dan sumber daya professional yang berada dalam suatu organisasi/perusahaan. EUC merupakan pemanfaatan computer oleh pemakai. (Ira Setiawati)
Ira Setiawati juga menjelaskan bahwa menurut Michael Porter model struktur industri dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam menentukan kebutuhan informasi di tingkat strategis, yang dibagi dalam lima elemen pokok, yaitu:
a.       Ancaman pendatang baru
b.      Ancaman barang substitusi
c.       Bargaining power melawan supplier
d.      Bargaining power melawan customer
e.       Posisi dalam berkompetisi



IV.2    Pengaruh Teknologi Informasi Dalam Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen merupakana cabang akuntansi yang menyangkut rekayasa sistem informasi untuk memenuhi kebutuhan intern manajemen, informasi keuangan intern tersebut diperlukan para manajer untuk mendukung pengambilan keputusan dalam rangka pengelolaan dan pengendalian organisasi bisnis, dengan perkataan lain, akuntansi manajemen menghasilkan informasi bagi para manajer.
Menurut Sri Maharsi dalam artikelnya menyebutkan bahwa sistem informasi akuntansi manajemen mempunyai tiga tujuan utama, yaitu
1)      untuk menyediakan informasi yang digunakan dalam perhitungan biaya jasa, produk dan tujuan lain yang diinginkan manajemen,
2)      untuk menyediakan informasi yang digunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan yang berkesinambungan, serta
3)      untuk menyediakan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan (Hansen, 2000).

 Ketiga tujuan ini mengungkapkan bahwa manajer dan pengguna lainnya membutuhkan informasi akuntansi manajemen dan perlu mengetahui bagaimana cara menggunakannya.

Informasi akuntansi manajemen dapat membantu manajemen mengidentifikasikan suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja. Informasi akuntansi manajemen dibutuhkan dan digunakan dalam semua lingkup manajemen, meliputi perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan. Lebih jauh lagi, kebutuhan akan informasi tidak terbatas pada organisasi manufaktur, tetapi juga mencakup organisasi dagang dan jasa. (Sri Maharsi)
Sri Maharsi juga menyebutkan bahwa Lingkungan ekonomi yang dihadapi banyak perusahaan dewasa ini telah menuntut adanya pengembangan terhadap praktek-praktek akuntansi manajemen yang inovatif dan relevan.
Faktor-faktor perubahan ini adalah
1)      orientasi kepada pelanggan,
2)      perspektif lintas fungsional,
3)      persaingan global,
4)      manajemen mutu total (TQM),
5)      waktu sebagai unsur kompetitif,
6)      kemajuan dalam teknologi informasi,
7)      kemajuan lingkungan manufaktur,
8)      pertumbuhan dan deregulasi dalam industri jasa,
9)      manajemen berdasarkan aktivitas (ABM).
Ada dua kemajuan yang signifikan berhubungan dengan teknologi informasi. Yang pertama erat kaitannya dengan manufaktur yang terintegrasi dengan komputer (Computer-Integrated Manufacturing = CIM). Dengan proses produksi terotomatisasi, komputer digunakan untuk memonitor dan mengendalikan berbagai operasi. Dengan penggunaan komputer, sejumlah besar informasi yang berguna dapat dikumpulkan dan dilaporkan kepada manajer dengan segera. Apa yang sedang terjadi di bagian produksi dapat diketahui dengan segera pula.

Kemajuan kedua adalah ketersediaan alat-alat yang dibutuhkan, seperti ketersediaan komputer personal (PC), software, dan paket-paket grafis yang memudahkan pengguna (user friendly). Komputer personal berfungsi sebagai penghubung komunikasi ke sistem informasi perusahaan, sedangkan software dan paket grafis memberikan manajer kemampuan analitis untuk menggunakan informasi tersebut. Alat bantu PC dan software tersedia bagi manajer dari semua jenis organisasi. PC dan software yang mudah pengoperasiannya memungkinkan manajer melakukan lebih banyak analisis dan mengurangi ketergantungannya pada departemen sistem informasi yang tersentralisasi. Jika sebuah PC juga bertindak sebagai suatu terminal dan dihubungkan ke database organisasi, maka manajer dapat mengakses informasi dengan cepat dan menyiapkan lebih banyak laporannya. (Sri Maharsi)
Beberapa trend yang berpengaruh pada bidang akuntansi manajemen antara lain adalah increasing requirement, advance informations technology, dan just in time divercity. Perkembangan yang terjadi dalam akuntansi manajemen akibat kemajuan teknologi informasi disebabkan oleh beberapa hal, yaitu customer orientation, total quality management, time as competitive element, advances in the information technology, advances in the manufacturing environment, service industry growth dan global competition. ( Sri Maharsi)



IV.3    Pengaruh Teknologi Informasi Dalam Akuntansi Keuangan

Menurut Muhammad Taufiq Akuntansi keuangan dirancang untuk menghasilkan informasi keuangan yang diperlukan para stakeholder perusahaan, sementara pihak luar perusahaan seperti calon investor, kreditur, dan masyarakat umum juga memerlukan informasi perusahaan menyangkut misi, tujuan manajemen, kemampuan manajemen mengembangkan produk baru, kemampuan memasarkan produk, pengembangan sumber daya insani dan sebagainya
Prinsip akuntansi yang ada umumnya mengatur tujuan pelaporan keuangan, definisi elemen laporan keuangan, pengakuan dan pengukuran tiap elemen, penyajian dan pengungkapan dari kejadian keuangan, disisi lain, para manajer dan investor mempunyai keinginan yang sama dalam mengkaji prestasi keuangan perusahaan meskipun berbeda level, dan setiap level manajemen akan menilai berbagai alernatif investasi untuk memaksimumkan nilai sekarang arus kas di masa depan (future value).
Prinsip akuntansi yang ada akan disesuaikan dengan kebutuhan informasi berdasarkan tuntutan era informasi, karenanya perlu dipertimbangkan beberapa factor, yaitu:
a.       Perilaku information user (pemakai informasi) dalam meprediksi arus kas di masa datang
b.      Kebutuhan informasi in ternal bagi setiap level manajer maupun manajer fungsional
c.       Information based assets dan sumberdaya insani lebih diperhatikan
d.      Arus informasi kontinyu lebih diperhatikan
e.       Informasi yang menjadi signal perubahan atau percepatan perubahan pada level w” lebih diperhatikan

Tantangan utama para auditor saat ini muncul dari keterikatan terhadap konvensi dasar cost histories laporan keuangan, yang mana tidak dapat dilpeas dari konvensi akuntansi keuangan yang ditetapkan oleh pihak lain, yakni penentu standar akuntansi.
Pemanfaatan teknologi informasi (IT) dalam audit semakin luas dan semakin banyak perkantoran akuntan publik yang menggunakan generalized audit software karena semakin meningkat produktivitas dalam menjalankan pekerjaan audit dengan electronic working papers, sementara di pihak lain, system informasi yang diterapkan klien dengan basis komputer yang memungkinkan pekerjaan audit dilaksanakan secara on line, akibatnya manfaat audit yang diperoleh semakin cepat bagi yang membutuhkan informasi.
Untuk itu para auditor dalam memberikan advis kepada klien di era informasi ini diharapkan memilki kemampuan:
Ø  Memahami nilai strategis system informasi
Ø  Memahami aktivitas utama klien dalam menciptakan nilai tambah
Ø  Memberikan alternatif tindakan untuk menciptakan nilai yang lebih besar dengan bantuan teknologi informasi
Ø  Mengidentifikasi, memenej, dan mengembangkan sumberdaya organisasi agar memberikan nilai tambah yang lebih besar.



IV.4    Pengaruh Teknologi Informasi Dalam Pendidikan Akuntansi

Dalama artikelnya Muhammad Taufiq juga menjelaskan bahwa dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam bidang akuntansi manajemen, akuntansi keuangan dan auditing maka berdampak pada perubahan pendidikan akuntansi, produk yang dihasilkan perusahaan di era informasi ini sudah memiliki information content lebih besar dan kompleks, untuk itu kurikulum pendidikan di bidang akuntansi diharapkan dapat mengintegrasikan pembelajaran teknologi informasi secara utuh dan menyuluruh, sehingga para pelajar sadar akan fungsi sebagai perekayasa sitem informasi yang menghasilkan informasi serta pendistribusian informasi untuk pengambilan kepuitusan dalam organisasi
Disamping itu pendidikan akuntansi juga mampu memberikan apresiasi yang jelas tentang makna dan dampak dari globalisasi, sehingga para pelajar dapat menghayati penerapan konsep dan teknologi jaringan dalam kegiatan operasional perusahaan, untuk itu mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yang diajarkan dapat memberikan model akuntansi yang relevan terhadap kebutuhan informasi bagi setiap manajer baik dalam level manajemen maupun dalam area funsional, dengan penekanan pada manfaat teknologi informasi untuk menciptakan keunggulan kompetitif (competitive advantage) perusahaan yang didasarkan pada konsep relational database.


IV.5    Peluang Bagi Akuntan
Menurut Nanik Noviari Kemajuan TI sempat menimbulkan rasa pesimis pada profesi akuntansi dan calon profesi akuntansi, terutama yang tidak siap menghadapi tantangan baru sebagai akibat kemajuan teknologi informasi. Namun, pada akhirnya terjadi hubungan yang harmonis antara profesi akuntansi dengan teknologiinformasi. Kemajuan teknologi informasi mamberikan peluang baru bagi profesi akuntan.
Peluang baru yang mungkin diraih di antaranya adalah sebagai berikut:
1.      Konsultan Sistem Informasi Berbasis Komputer

Kantor akuntan publik (KAP) yang mempunyai klien yang sudah merupakan digital firm dituntut mempunyai pengetahuan tentang hardware, sofware, dan teknologi komunikasi. Akuntan yang terlibat dengan laporan keuangan seperti itu harus memahami bagaimana transaksi tersebut diproses dan diamankan melalui elektronik web based system, baik dalam kaitannya dengan penyusunan maupun audit laporan keuangan untuk memahami struktur pengendalian intern. Akuntan perlu pengetahuan tambahan untuk memperluas kompetensi yang dimiliki.

Akuntan yang telah memiliki pengetahuan dasar tentang sistem informasi berbasis komputer akan mampu memberikan jasa konsultasi pada berbagai area yang meliputi perkembangan ekspektasi bisnis yang realistis, pemilihan ahli komputer yang kompeten atau ISP, dan pencegahan pemborosan biaya teknologi yang kompleks.

           
2.      Computer Information System Auditor (CISA)
Karena sedemikian kompleksnya pemrosesan berbasis komputer, maka auditor khusus seperti Computer Information System Auditor (CISA) menjadi suatu kebutuhan yang mendesak. CISA harus memiliki kemampuan khusus, seperti pema-haman mengenai hardware, software, database, teknologi pengkomunikasian data, serta pengendalian yang berorientasi pada komputer (Computer Oriented Controll) dan teknik pengauditan
3.      Segel Web trust

Web trust adalah sebuah program yang memberikan jaminan menyeluruh terhadap bisnis melalui internet dengan membangun kepercayaan dan keandalan dari sebuah website. Sistem ini pertama kali diperkenalkan oleh American Institute of Certified Public Accountans (AICPA) yang bekerja sama dengan Canadian Institute of Chartered Accountants (CICA). Web trust berusaha membangun kepercayaan publik atas transaksi lewat internet.

Peranan TI terhadap perkembangan akuntansi pada setiap babak berbeda -beda. Semakin maju TI, semakin banyak pengaruhnya pada bidang akuntansi. Kemajuan TI mempengaruhi perkembangan SIA dalam hal pemrosesan data, pengendalian intern, dan peningkatan jumlah dan kualitas informasi dalam pelaporan keuangan. Dengan adanya kemajuan yang telah dicapai dalam bidang akuntansi yang menyangkut SIA berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan, maka praktik pengauditan akan terkena imbasnya. (Mulyadi)

Tanggung jawab auditor dalam mengaudit web trust secara umum sama dengan audit atas laporan keuangan, perbedaannya terletak pada cakupannya.Walaupun bentuknya berbeda tetapi konsep-konsep yang digunakan dalam audit web trust sama dengan audit laporan keuangan. (Nanik Noviari)





IV.6      Berbagai Masalah Yang Timbul Akibat Perkembangan Teknologi Informasi dan Cara Mengatasinya


Dalam artikelnya Sri Maharsi Menjelaskan bahwa permasalahan yang timbul akibat perkembangan teknologi informasi adalah sebagai berikut:
a.       Untuk menerapkan teknologi informasi dalam perusahaan memerlukan biaya yang besar.
b.      Pengembangan teknologi informasi tidak hanya membutuhkan pengetahuan dankemampuan teknis di bidang akuntansi saja, tetapi pengetahuan tentang teknologi informasi juga harus dikembangkan. Hal ini berkaitan dengan masalah information literacy yang perlu ditingkatkan agar pemanfaatan teknologi informasi dapat dioptimalkan. Pengetahuan mengenai teknologi informasi bukan sekedar pengetahuan secara teknis, akan tetapi lebih pada kekuatannya secara strategis.
c.       Teknologi informasi yang diterapkan tersebut harus acceptable, artinya dapat diterima oleh semua orang yang akan menggunakannya. Jika perkembangan teknologi tidak acceptable, maka dapat menimbulkan perilaku yang tidak diharapkan seperti resistance to change (penolakan terhadap perubahan). Resistance to change muncul karena tidak semua orang mudah menerima perubahan dan menganggap bahwa adanya perubahan berarti hambatan, bahkan dapat merupakan ancaman. Resistance to change juga dapat timbul karena kurangnya pengetahuan atau ketidakmampuan dalam mengoperasikan teknologi informasi yang baru. Sebaliknya, bagi orang-orang yang dinamis, perkembangan teknologi informasi merupakan dorongan untuk semakin mengembangkan diri.
d.      Perkembangan teknologi informasi menuntut semakin banyaknya keahlian yang dimiliki oleh karyawan atau pekerja dalam organisasi. Oleh karena itu pendidikan tambahan dan pelatihan sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dari karyawan atau pekerja.
e.       Perkembangan teknologi informasi juga memungkinkan hilangnya kesempatan kerja khususnya bagi karyawan tingkat bawah, karena teknologi informasi tersebut dapat menjalankan tugas mereka. Teknologi informasi hanya menciptakan kesempatan kerja baru bagi tenaga ahli atau individu yang benarbenar memenuhi kualifikasi.
f.       Dipihak lain ada yang beranggapan bahwa perkembangan teknologi informasi dapat menimbulkan pemborosan, karena diperlukan biaya yang besar untuk pengadaan peralatan-peralatan yang canggih yang diperlukan serta pengadaan pelatihan bagi karyawan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian yang dimiliki.
g.      Ada juga pihak yang tidak senang dengan kehadiran komputer yang dianggap menjadikan mereka malas bekerja dan membosankan. Keadaan ini disebut dengan functional fixaction (tidak bersedia menerima sesuatu yang baru walaupun sesuatu yang baru itu lebih bermanfaat).
h.      Dengan semakin canggihnya teknologi informasi maka memungkinkan munculnya kejahatan-kejahatan teknologi informasi.

Untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul akibat perkembangan teknologi informasi, maka diusahakan beberapa tindakan. Masalah resistance to change harus dihilangkan karena hal ini dapat mengakibatkan menurunnya produktivitas, meningkatkan angka absensi, dan mengurangi motivasi atau pemogokan kerja (Gordon, 1993). Untuk mencegah kondisi yang tidak diinginkan, Gordon menyarankan agar anggota organisasi atau pekerja dilibatkan dalam pelaksanaan tugas tertentu dan menciptakan lingkungan yang mendukung kualitas anggota organisasi. Selain itu perlu memberikan kesadaran pada karyawan bahwa penggunaan teknologi informasi dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang dan menunjukkan kelemahan sistem lama. Selanjutnya Gordon mengajukan beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengurangi resistance to change terhadap perubahan implementasi teknologi informasi, antara lain communication, educational program, evolusional change, employee involment, new policies and procedures, staff change, temporary structure dan steering committee.
Selain itu, sebelum pihak manajemen organisasi mengimplementasikan teknologi informasi yang baru, mereka harus mempertimbangkan besarnya biaya yang diperlukan dan manfaat yang akan diperoleh (cost – benefit analysis). Teknologi informasi akan diterapkan apabila manfaat yang diperoleh dengan menggunakan teknologi informasi lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan untuk mengimplementasikan teknologi informasi. Hal ini disebut juga sebagai value of information technology. Oleh karena itu, akuntan manajemen perlu mempertimbangkannya dengan baik sebelum mengambil keputusan. Keamanan harus senantiasa ditingkatkan, untuk menghindari penyalahgunaan teknologi informasi. Misalnya dengan menyimpan komputer pada tempat yang aman, hanya boleh digunakan oleh orang-orang tertentu yang berkepentingan, penggunaan password, dan pembuatan access control matrix.



BAB V
PENUTUP

V.1        Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat ditarik dari makalah diatas adalah :
III.1.1     Perkembangan akuntansi berdasar kemajuan teknologi terjadi dalam tiga babak, yaitu era bercocok tanam, era industri, dan era informasi.
III.1.2     Lingkungan ekonomi yang dihadapi banyak perusahaan dewasa ini telah menuntut adanya pengembangan terhadap praktek-praktek akuntansi manajemen yang inovatif dan relevan.
III.1.3     Ada dua kemajuan yang signifikan berhubungan dengan teknologi informasi. Yang pertama erat kaitannya dengan manufaktur yang terintegrasi dengan komputer (Computer-Integrated Manufacturing = CIM). Kemajuan kedua adalah ketersediaan alat-alat yang dibutuhkan, seperti ketersediaan komputer personal (PC), software, dan paket-paket grafis yang memudahkan pengguna (user friendly).
III.1.4     kurikulum pendidikan di bidang akuntansi diharapkan dapat mengintegrasikan pembelajaran teknologi informasi secara utuh dan menyuluruh, sehingga para pelajar sadar akan fungsi sebagai perekayasa sitem informasi yang menghasilkan informasi serta pendistribusian informasi untuk pengambilan kepuitusan dalam organisasi
III.1.5     Peluang baru bagi akuntan antara lain:
1.      Konsultan Sistem Informasi Berbasis Komputer
2.      Computer Information System Auditor (CISA)
3.      Segel Web trust
III.1.6   Berbagai masalah yang timbul akibat adanya perkembangan Teknologi Informasi terhadap akuntansi dapat diatasi dengan tindakan-tindakan



V.2        Saran
Dengan adanya kemajuan teknologi informasi hendaknya kita dapat mengetahui apa pengaruh teknologi tersebut terhadap kegiatan-kegiatan kita, dan bagaimana penyelesain dari berabagai masalah yang di timbulkan akibat dari kemajuan teknologi tersebut.




DAFTAR PUSTAKA

Maharsi, Sri. Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi Terhadapa Bidang Akuntansi Manajemen. Universitas Kristen Petra
Mulyadi. Pengaruh Kemajuan Teknologi Informasi Terhadap Perkembangan Akuntansi.STIE AUB. Surakarta
Noviari, Nanik. Pengaruh Kemajuan Teknologi Informasi Terhadap Perkembangan akuntansi.Universitas UNDAYANA.Kupang
Setiawati,Ira. Pengaruh Teknologi Informasi Dalam Perkembangan Sistem Akuntansi Sebagai Sarana Peningkatan Kinerja Perusahaan.STMIK HIMSYA. Semarang
Taufiq, Muhammad. Dampak Perkembangan Teknologi Informasi Dalam profesi Akuntan Dan Implikasinya Dalam Dunia Pendidikan.Yogyakarta









Tidak ada komentar:

Posting Komentar